NJUAH-NJUAH

NJUAH-NJUAH

home

Rabu, 20 Juli 2011

Aku Menunggu


Belum puas ku di pelantaran pagi

Di pinggiran tepi ku lirik bayangku

Namun itu bukan aku

Hanya impianku

Terlintas dengan bangga di kalbu

Bayangku tersenyum, tertawa bergurau dengan mereka

Oh sekali lagi ku tersadar itu bukan aku

Aku ditunda, ditunda, ditunda..

Kritikan terhadap cara mereka mendidik

Bukan solusi buatnya

Diam itu pertengahan, jilatan itu baris depan dan melawan itu garda belakang.

Ini bukan akhir desisku. Ini hanya sandiwara Kau pemegang kendali (saat ini)

Hari depan ingin kubuktikan aku bagian ajarmu terlemah, karenamu bangkit karenaku.

(pagi hari @sekret PERSADA)



Rabu, 29 September 2010

Istilah kekerabatan pada suku Pakpak

Daholi = Pria ,


Daberru = Wanita ,


Empung Daholi = Kakek ,


Empung Daberru = Nenek ,


Nange = Ibu kandung ,


Bapa = Ayah kandung ,


Kaka = Kakak , bs juga kakak ipar pria


Anggi = Adik , bs juga adek ipar wanita


Turang = Panggilan umum untuk saudara/I yang belum saling mengerti silsilah marga.


Impal = Panggilan untuk wanita/pria dimana secara adat merupakan calon jodohnya .


Silih = Panggilan si suami untuk saudara laki-laki / satu marga dengan si istri ,
Panggilan dari orang tua laki-laki si suami pada orang tua laki-laki si istri
demikian juga sebaliknya ,
Panggilan anak laki-laki pada anak laki-laki dari puhun dan sebaliknya.


Eda = Panggilan si istri untuk saudara wanita / satu marga dengan si suami ,
Panggilan dari orang tua perempuan si suami pada orang tua perempuan si istri ,
Panggilan anak perempuan pada anak perempuan dari mamberru.

Puhun = Panggilan si suami untuk mertua laki-laki ,
Panggilan anak untuk saudara laki-laki ibu.


Nampuhun = Panggilan si suami untuk mertua wanita ,
Panggilan anak untuk istri saudara laki-laki ibu.


Mamberru = Panggilan si istri untuk mertua laki-laki ,
Panggilan anak untuk suami saudara perempuan ayah.


Namberru = Panggilan si istri untuk mertua wanita ,
Panggilan anak untuk saudara perempuan ayah.


Tonga = Panggilan untuk saudara laki-laki dari ayah .


Nantonga = Panggilan untuk istri saudara laki-laki dari ayah.


Patua = Panggilan untuk suami dari kakak perempuan ibu.


Nantua = Panggilan untuk kakak perempuan ibu.


Panguda = Panggilan untuk suami dari adik perempuan ibu.


Nanguda = Panggilan untuk adik perempuan ibu.


Permaen = Panggilan orang tua pada istri anaknya.


Kela = Panggilan orang tua pada suami anaknya.


Kula-kula = Panggilan dari pihak keluarga pria pada keluarga wanita.


Bayo = Panggilan istri terhadap suami adik/kakaknya perempuan ,
Panggilan suami terhadap istri adik/kakaknya laki-laki.


NJUAH-NJUAH

Senin, 09 Agustus 2010

Keadilan itu Hanya mimpi Rakyat Kecil (kita)


Terharu, kesal, jengkel, muak dan sebagainya ekspresi kejiwaan terhadap penguasa negeri ini, ketika tidak sesensitif ketika masa kampanye dulu. Wibawamu tak secerdik otakmu, ketika rakyat tak bias lagi menyampaikan aspirasinya kepada orang nomor satu negeri ini. Tak ada pembenaran lagi untuk saat ini yang dapat diterima dari fragmatisnya lakonnya. Saat aspirasi secara langsung saja tak ingin didengarnya, keluhan tak lagi ada gubrisannya.

Tuntutan sederhana yaitu “Keadilan” telah dilontar kepada patung yang pantas disimbolkan (monyet ragunan). Aneh bukan, kesombongan yang ia dapat dengan rasa bangga akan kebesarannya. Keadilan di Negeri ini adalah untuk segelentir kaum pilihannya (bukan rakyat kecil).

Negara ini belum mampu untuk menjalankan aspirasi itu, kemenangan Negara ini (merdeka) telah punah. Apakah kemenangan pilpres tahun lalu dengan 60% suara itu dari golongan dia (bukan rakyat kecil) yang mengamanatkan padanya, tidak mungkin lebih dari setengah jumlah penduduk negeri ini masih termasuk daftar kemiskinan.

Pak indra Azwan menunggu selama puluhan tahun akan “keadilan negeri ini”, bila keluhan sederhana seperti ini tak ada lagi yang mau mendengar pada siapa lagi rakyat kecil (kita) mengadu. “Aksi jalan kaki dari malang-jakarta” , setiba di Jakarta di tunggu di Istana tak kunjung ada sambutan sampai ke kediaman Beliau (heeech) tetap saja sifat acuh tak acuh yang ia dapat. Sampai akhirnya disampaikan keluhan itu kepada monyet ragunan (symbol yang tepat).

Selamat jalan buat pak Indra Azwan menempuh jalan pulang (dengan rasa yang tak terungkapkan lagi), kita tunggu pengadil dunia yang layak atas musibah ini.


“Sampai kapan ini terjadi, tak ada lagi keadilan yang tersisa ingatan akan mimpi”


Sabtu, 03 Oktober 2009

Mencintai Budaya "PAKPAK"



Sedih terasa ketika aku berucap "aku suku pakpak"... hah,, apa itu ?? darimana ?? itu yang terucap dari kawan-kawanku. tidak hanya di luar sumatera utara, bahkan orang yang
notabene nya juga berasal dari sumatera utara, perlahan demi perlahan aku menceritakan lokasi ulayat suku pakpak yang
bertetangga dengan suku karo, toba, mandailing dan simalungun (lebih sering dikenalkan dalam media BATAK)

Namun aku tetap bangga sebagai putra "pakpak" dan berkeinginan ingin mengenalkannya ke tingkat nasional dan Internasional. Menurutku mentalitas Dasarku dibentuk atas dasar ke"pakpak-anku. BANCIN diakhir namaku adalah nama turunan "MARGA" yang harus di bawa ke anak-cucu-cicit.
Suku Pakpak adalah salah satu suku bangsa di Pulau Sumatera.

Suku Pakpak terdiri atas 5 subsuku, yaitu:

  1. Pakpak Klasen
  2. Pakpak Simsim
  3. Pakpak Boang
  4. Pakpak Pegagan
  5. Pakpak Keppas

Suku Pakpak banyak bermukim di wilayah Kabupaten Dairi di Sumatera Utara yang kemudian dimekarkan pada tahun 2003 menjadi dua kabupaten, yakni:

  1. Kabupaten Dairi (ibu kota: Sidikalang)
  2. Kabupaten Pakpak Bharat (ibu kota: Salak)

Suku Pakpak juga berdomisili di wilayah Parlilitan yang masuk wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan dan wilayah Manduamas yang merupakan bagian dari Kabupaten Tapanuli Tengah. Suku Pakpak yang tinggal di wilayah tersebut menamakan diri sebagai Pakpak Klasen.

Dalam jumlah yang sedikit, suku Pakpak juga bermukim di wilayah Kabupaten Aceh Singkil (ibu kota: Singkil) yang disebut sebagai Pakpak Boang.

Suku Pakpak yang berdiam di Kabupaten Pakpak Bharat adalah Pakpak Simsim, sedangkan yang tinggal di kota Sidikalang dan sekitarnya merupakan suku Pakpak Keppas dan yang bermukim di Sumbul sekitarnya adalah Pakpak Pegagan.

Suku bangsa Pakpak mendiami bagian Utara, Barat Laut Danau Toba sampai perbatasan Sumatra Utara dengan provinsi Aceh (selatan).

Suku bangsa Pakpak bukanlah bagian dari suku bangsa Batak.

[sunting]Marga Pakpak

  • Anakampun
  • Angkat
  • Bako
  • Bancin
  • Banurea
  • Berampu
  • Berasa
  • Beringin
  • Berutu
  • Bintang
  • Boangmanalu
  • Capah
  • Dabutar
  • Cibro
  • Gajah Manik
  • Gajah
  • Kabeaken
  • Kesogihen
  • Kaloko
  • Kombih
  • Kudadiri
  • Lembeng
  • Lingga
  • Maha
  • Maharaja
  • Manik
  • Matanari
  • Meka
  • Maibang
  • Padang
  • Padang Batanghari (BTH)
  • Pasi
  • Penarik Pinayungan
  • Sambo
  • SARAAN
  • Sikettang
  • Sinamo
  • Sitakar
  • Sitongkir
  • Solin
  • Saing
  • Tendang
  • Tinambunan
  • Tinendung
  • Tumangger
  • Turutan
  • Ujung








1_660788819l.jpg

*. tokoh penanggalan




1_616819702l.jpg
*terlihat di bangunan gedung nasional Dairi




Kamis, 01 Oktober 2009

belajar tak mengapa


JUST CHECK........

aku terlahir dari ketidak tahuan...
karena itu ku mulai semua dengan pembelajaran...

"berbagilah berdiskusilah"